skip to main |
skip to sidebar
Studi: Kurang Tidur Akibat Tangis Anak Picu Perceraian

Jakarta, Kurang tidur bukan hanya tidak sehat tapi juga
membuat mood tidak baik keesokan harinya. Penyebab kurang tidur pun
beraneka ragam, salah satunya karena tangisan anak. Bahkan kurang tidur
karena tangisan anak dituding bisa memicu perceraian.
Penelitian
menunjukkan sepertiga orang tua bercerai akibat kurang tidur di malam
hari karena tangisan anaknya. Padahal dari penelitian diketahui orang
tua hanya tidur 2 jam lebih sedikit dari jumlah jam tidur sehat yang
direkomendasikan, yakni 8 jam.
Namun menurut para ahli, orang
dewasa membutuhkan setidaknya 5 jam untuk tidur tanpa terganggu agar
mampu berkonsentrasi dengan baik keesokan harinya. Demikian dikutip dari
Daily Mail, Selasa (19/3/2013).
30 Persen dari 2.000 orang tua
yang disurvei menyebut perceraian ataupun tinggal terpisah dengan
pasangan disebabkan kurangnya waktu tidur di malam hari atau
terganggunya tidur di malam hari. Hal ini terjadi karena anaknya
menangis.
Sementara itu 11 persen orang mengatakan pura-pura
tidur saat anaknya terbangun dan menangis sehingga pasangannyalah yang
menenangkan si anak. Sedangkan 11 persen lainnya menutup pintu untuk
mengurangi kebisingan, dan 9 orang malah menghidupkan televisi.
Satu
dari 20 orang yang disurvei menyebut dirinya sangat lelah dan bahkan
kerap tertidur saat mengemudi akibat kurangnya waktu tidur di malam
hari. Studi ini digelar oleh Channel 4 dalam rangka memberikan saran
untuk kegiatan menelepon di tayangan Bedtime Live pukul 20.
"Saya
lihat orang-orang yang punya anak memiliki masalah tidur kronis, dan
mereka akan mengatakan hal-hal seperti menidurkan anak adalah yang
menyebalkan," tutur Tanya Byron yang muncul dalam show tersebut.
Menurut
Byron, dari perspektif klinis ditemukan bahwa orang yang kurang tidur
umumnya bukan karena menghadapi masalah yang baru-baru ini dihadapi.
"Kesulitan tingkah laku, masalah keluarga, soal konsentrasi dan belajar,
merupakan masalah umum penyebab sulit tidur," terangnya.
Berdasar
penelitian yang dilakukan ilmuwan AS, tidur malam yang baik bisa
meningkatkan hubungan suatu pasangan. Hanya dengan tidur malam
berkualitas, suatu pasangan akan berkurang egoisnya. Bahkan para
akademisi dari University of Berkeley, California, mengungkapkan bahwa
pasangan yang tidurnya baik akan bersikap lebih sopan satu sama lain..
IKLAN BARIS
Related product you might see:
Posting Komentar